Scroll Untuk Membaca Berita
Daerah

Penuh Semangat Kurban, Jamaah Yayasan Pondok Pesantren Lansia Sembelih 3 Sapi dan 11 Kambing di Pacet

×

Penuh Semangat Kurban, Jamaah Yayasan Pondok Pesantren Lansia Sembelih 3 Sapi dan 11 Kambing di Pacet

Share this article

Wongbodhojournalist. Pacet, Mojokerto Dalam semangat Idul Adha 1446 Hijriah yang penuh keikhlasan dan kebersamaan, Yayasan Pondok Pesantren Lansia Cempoko Limo, Pacet, Mojokerto, kembali menggelar penyembelihan hewan kurban.

Tahun ini, Minggu (8/6/2025), sebanyak 3 ekor sapi dan 11 ekor kambing disembelih untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.Kegiatan kurban ini bukan hal baru bagi yayasan yang dipimpin oleh Ibu Haja Sholikah, sosok inspiratif yang menjadi motor pendirian pondok pesantren ini.

Berawal dari niat mulia beliau untuk menghadirkan ruang spiritual bagi para lansia, pada tahun 2020 ia membeli sebidang tanah di Desa Cempoko Limo menggunakan dana pribadi. Setahun kemudian, yayasan ini resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor AHU-0004285.AH.01.04/2021.

Kegiatan penyembelihan dilakukan secara gotong royong bersama warga sekitar. Dari proses pemotongan, pengemasan hingga pendistribusian, semua berjalan dengan penuh kekeluargaan. Bahkan, para jurnalis pun ikut nyangking pisau ikut bantu motongin daging buat dibagiin ke masyarakat.

Dana kurban tahun ini semuanya dari para jamaah. Alhamdulillah bisa kumpul 3 sapi dan 11 kambing dari jamaah-jamaah kami di Jawa Timur,” ujar Ibu Haja Sholikah, ketua yayasan, sambil tetap tersenyum meski bajunya sudah berbau daging segar. Sejak 2021, kegiatan kurban di yayasan ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Daging kurban dibagikan kepada warga Desa Cempoko Limo secara langsung dan simbolis oleh ketua yayasan.

Pendek kata, semangat berbagi tidak pernah padam meski usia para santri di sini sudah memasuki masa lansia.

Tak hanya kurban, Yayasan Pondok Pesantren Lansia Cempoko Limo juga aktif dalam kegiatan sosial. Setiap bulan, yayasan ini menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Selain itu, setiap Minggu pagi digelar pengajian rutin bersama warga dengan tema mendalam:

“Di usia senja, dekatkan diri pada Allah SWT, untuk meraih akhir hidup yang husnul khatimah.”Semoga semangat gotong royong dan keikhlasan seperti ini terus menginspirasi kita semua. Karena di tengah zaman yang serba sibuk, kadang justru para lansia lah yang paling istiqomah mengajarkan arti berbagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *